Senin, 27 April 2015

Step by Step AutoUpdate Port Forwarding IP Public Dynamic dengan FreeDDNS dan Mikrotik

XPS-Mikrotik-AutoUpdate-IP-Public-Port-Forwarding

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Sebelum kita mulai pembahasan artikel ini lebih lanjut, coba kita renungkan lebih dulu... Jika kita mengunakan IP Public Dynamic ( misalnya mengunakan Speedy atau FirstMedia ), lalu kita gunakan IP Public tersebut untuk berbagai services seperti WebServer, FTP Server, IP PBX Server, RDC / Terminal Server, dan lain-lain. 

Serta kita mengunakan DynDNS atau ChangeIP untuk mendapatkan Nama SubDomain, maka apabila IP Public yang kita dapatkan berubah maka kita juga harus mengubah Destination-Address pada konfigurasi Mikrotik Firewall NAT kita. 

Kalo hanya 1-2 NAT aja gak masalah, namun sebaiknya kan kita butuh otomatisasi. Bayangkan saja jika ada 27 NAT Rule yang harus kita setting manual, lalu volume perubahan IP Public cukup sering terjadi, apa gak nyusahin tuh namanya??? 

 So... bagaimana solusinya??? Okey, artikel ini memang kelanjutan dari artikel sebelumnya untuk membuat AutoUpdate IP Public pada DynDNS / ChangeIP :
Intinya adalah kita akan membuat Otomatisasi alias AutoUpdate pada IP Public Dynamic Port Forwarding dengan Mikrotik. Dengan teknik ini Server kita dapat berfungsi dengan lancar walaupun mengunakan IP Public Dynamic. So... bagaimana langkah-langkah konfigurasinya???

Untuk membuat AutoUpdate pada IP Public Dynamic Port Forwarding dengan Mikrotik, caranya sebagai berikut : 1. Misalnya disini saya ada WebServer dari sebuah IP PBX Server dengan IP Local : 192.168.10.10 dan Port yang dipakai adalah : 5000 ( WebManage 3CX IP PBX ).


Step By Step AutoUpdate Configuration IP Public Dynamic dengan FreeDDNS dan Mikrotik Router

XPS-Mikrotik-FreeDDNS

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Berikut ini saya sharing Step By Step konfigurasi AutoUpdate IP Public Dynamic dengan FreeDDNS pada Mikrotik Router. Artikel semacam ini sebetulnya sudah banyak dibuat dan di sharing di Mikrotik Wikipedia, namun saya buat artikel ini untuk memudahkan pemahaman dan memudahkan dalam implementasi-nya. 

Latar belakang pembuatan artikel ini adalah karena layanan internet dari Provider Telkom Speedy dan Provider First Media di Indonesia, dll hanya memberikan layanan IP Public Dynamic

Sedangkan dengan adanya fasilitas IP Public ini dapat memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk memanfaatkan IP Public tersebut untuk berbagai hal fungsional yang lebih bermanfaat lagi. 

Kegunaan atau pemanfaatan IP Public tersebut diantaranya kita dapat :
  • Membuat WebServer sendiri,
  • Membuat FTP Server sendiri,
  • Membuat VPN Server sendiri,
  • Membuat IP PBX Server sendiri dan lain-lain .
Sehingga tidak perlu keluar biaya yang lebih banyak untuk layanan hosting. Serta dengan server sendiri ini kita bisa membuat layanan Unlimited bandwith / quota, layanan Webserver unlimited space dan unlimited resource, memudahkan installasi maupun konfigurasi security-nya ( karena bukan shared hosting), dll. Karena untuk hardware-nya kita bisa provide sendiri sesuai keinginan kita dan sesuai budget yang kita miliki. 

So... apa saja langkah-langkah agar kita bisa membangun layanan server sendiri tersebut???