Minggu, 26 April 2015

Step by Step AutoUpdate Port Forwarding IP Public Dynamic dengan FreeDDNS dan Mikrotik

XPS-Mikrotik-AutoUpdate-IP-Public-Port-Forwarding

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Sebelum kita mulai pembahasan artikel ini lebih lanjut, coba kita renungkan lebih dulu... Jika kita mengunakan IP Public Dynamic ( misalnya mengunakan Speedy atau FirstMedia ), lalu kita gunakan IP Public tersebut untuk berbagai services seperti WebServer, FTP Server, IP PBX Server, RDC / Terminal Server, dan lain-lain. 

Serta kita mengunakan DynDNS atau ChangeIP untuk mendapatkan Nama SubDomain, maka apabila IP Public yang kita dapatkan berubah maka kita juga harus mengubah Destination-Address pada konfigurasi Mikrotik Firewall NAT kita. 

Kalo hanya 1-2 NAT aja gak masalah, namun sebaiknya kan kita butuh otomatisasi. Bayangkan saja jika ada 27 NAT Rule yang harus kita setting manual, lalu volume perubahan IP Public cukup sering terjadi, apa gak nyusahin tuh namanya??? 

 So... bagaimana solusinya??? Okey, artikel ini memang kelanjutan dari artikel sebelumnya untuk membuat AutoUpdate IP Public pada DynDNS / ChangeIP :
Intinya adalah kita akan membuat Otomatisasi alias AutoUpdate pada IP Public Dynamic Port Forwarding dengan Mikrotik. Dengan teknik ini Server kita dapat berfungsi dengan lancar walaupun mengunakan IP Public Dynamic. So... bagaimana langkah-langkah konfigurasinya???

Untuk membuat AutoUpdate pada IP Public Dynamic Port Forwarding dengan Mikrotik, caranya sebagai berikut : 1. Misalnya disini saya ada WebServer dari sebuah IP PBX Server dengan IP Local : 192.168.10.10 dan Port yang dipakai adalah : 5000 ( WebManage 3CX IP PBX ).

Step By Step AutoUpdate Configuration IP Public Dynamic dengan FreeDDNS dan Mikrotik Router

XPS-Mikrotik-FreeDDNS

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Berikut ini saya sharing Step By Step konfigurasi AutoUpdate IP Public Dynamic dengan FreeDDNS pada Mikrotik Router. Artikel semacam ini sebetulnya sudah banyak dibuat dan di sharing di Mikrotik Wikipedia, namun saya buat artikel ini untuk memudahkan pemahaman dan memudahkan dalam implementasi-nya. 

Latar belakang pembuatan artikel ini adalah karena layanan internet dari Provider Telkom Speedy dan Provider First Media di Indonesia, dll hanya memberikan layanan IP Public Dynamic

Sedangkan dengan adanya fasilitas IP Public ini dapat memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk memanfaatkan IP Public tersebut untuk berbagai hal fungsional yang lebih bermanfaat lagi. 

Kegunaan atau pemanfaatan IP Public tersebut diantaranya kita dapat :
  • Membuat WebServer sendiri,
  • Membuat FTP Server sendiri,
  • Membuat VPN Server sendiri,
  • Membuat IP PBX Server sendiri dan lain-lain .
Sehingga tidak perlu keluar biaya yang lebih banyak untuk layanan hosting. Serta dengan server sendiri ini kita bisa membuat layanan Unlimited bandwith / quota, layanan Webserver unlimited space dan unlimited resource, memudahkan installasi maupun konfigurasi security-nya ( karena bukan shared hosting), dll. Karena untuk hardware-nya kita bisa provide sendiri sesuai keinginan kita dan sesuai budget yang kita miliki. 

So... apa saja langkah-langkah agar kita bisa membangun layanan server sendiri tersebut???

Rabu, 22 April 2015

Mengatasi Device Locked Modem Bolt 4G Huawei e5372 dalam 30 menit

Bolt!-Device-Locked-08-4-2015-007

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Bagi anda yang mencari solusi dalam mengatasi "Device Locked" Modem Bolt 4G Huawei e5372, namun kesulitan memahami artikel ini :

Step By Step mengatasi Device Locked Modem Bolt 4G Huawei e5372 akibat upgrade firmware 21.270.11.04.1151

Kali ini saya buati artikel yang lebih simple dan "manusiawi". Pada kasus real action ini saya menyelesaikan problem modem Device Locked ini dalam waktu 30 menit. Ini agak lama karena sambil ngobrol-ngobrol dan membuat beberapa screenshot dan foto sehingga jadi artikel ini. Namun pada kasus yang lain, saya menyelesaikan problem modem Device Locked ini dalam waktu 10 menit saja modem sudah siap pakai. ( Note : Saya pake Laptop Lenovo G40 dengan processor Intel i7, Ram 16 GB ).

Caranya :
Pertama : Tancapkan Modem pada kabel USB, lalu kabel USB tersebut tancapkan ke USB Port di Laptop / PC kita. ( Pastikan driver modem sudah diinstall ).

Selanjutnya langsung jalankan aplikasi E5372s.Update.21.271.11.00.1151.exe [ download di https://drive.google.com ].

Saat anda jalankan aplikasi ini, modem akan langsung langsung berubah ke Mode Force Download seperti foto dibawah ini. Dan aplikasi muncul kesalahan 17. ( Santai aja, gak usah ribut. Gak usah berisik ).


Rabu, 15 April 2015

Kode Swift Bank untuk transfer Google Adsense ke Rekening Bank di Indonesia ( SWIFT-BIC )

Berikut ini adalah Kode Swift Bank untuk transfer Google Adsense ke Rekening Bank di Indonesia ( SWIFT-BIC ) : 

* Bank Central Asia (BCA): CENAIDJA
* Bank Mandiri : BEIIIDJA
* Bank Rakyat Indonesia (BRI): BRINIDJA
* Bank Indonesia: INDOIDJA
* Bank Negara Indonesia (BNI): BNINIDJA
* Bank Danamon: BDINIDJA
* Bank Bukopin: BBUKIDJA
* Bank Bumiputera Indonesia: BUMIIDJA


* ABN AMRO Bank: ABNAIDJA

* Hagabank: HAGAIDJA
* Bank Artha Graha: ARTGIDJA
* Bank Bumi Arta Indonesia: BBAIIDJA
* Bank Buana Indonesia: BBIJIDJA
* Bangkok Bank: BKKBIDJA
* Bank Niaga: BNIAIDJA
* Bank BNP Paribas Indonesia: BNPAIDJA
* Bank Resona Perdania: BPIAIDJA
* Deutsche Bank AG: DEUTIDJA
* Bank Mizuho Indonesia: MHCCIDJA
* Hongkong and Shanghai Banking (HSBC): HSBCIDJA
* Bank Internasional Indonesia (BII): IBBKIDJA
* Lippobank: LIPBIDJA
* Bank NISP: NISPIDJA
* Pan Indonesia Bank: PINBIDJA
* Bank Rabobank International Indonesia: RABOIDJA
* Bank UFJ Indonesia (formerly Bank Sanwa Indonesia): SAINIDJA
* Bank Swadesi: SWBAIDJA
* Bank Tabungan Negara (BTN): BTANIDJA
* Bank UOB Indonesia: UOBBIDJA
* Bank Permata: BBBAIDJA
* Bank Maybank Indocorp: MBBEIDJA
* Bank Chinatrust Indonesia: CTCBIDJA
* Woori Bank Indonesia: HVBKIDJA
* Bank Sumitomo Mitsui Indonesia: SUNIIDJA
* Bank Finconesia: FINBIDJA
* Bank OCBC Indonesia: OCBCIDJA
* Bank Kesawan: AWANIDJA
* Bank Commonwealth: BICNIDJA
* Bank Ekonomi Raharja: EKONIDJA
* Bank DBS Indonesia: DBSBIDJA
* Bank CIC International (formerly Bank Century Intervest Corp): CICTIDJA
* Bank Ekspor Indonesia: BEXIIDJA
* Bank Mega: MEGAIDJA
* Bank of China, Jakarta Branch: BKCHIDJA
* Bank Syariah Mandiri (not Bank Mandiri): BSMDIDJA


Tips and Trick mendapatkan uang dari Video Youtube ( rupiah / dollar )



Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Sebetulnya sudah lama saya pingin bikin artikel ini. Tapi masih mencari waktu yang tepat ( Good Mood ). Okelah kalau begitu, to the point saja. Bagaimana sich cara mendapatkan  uang dari Video Youtube

Selain mengupas cara monetisasi video Youtube, pada artikel ini saya kupas juga cara konfigurasi agar Account Google Adsense kita bisa langsung menerima pembayaran dari Google Adsense dalam bentuk rupiah. Gak perlu susah-susah ke Bank untuk pencairan Western Union. Pokoknya tahu-tahu ada transferan gitu aja dech. Selanjutnya kita bisa langsung ambil uang tersebut di ATM kita maupun bisa langsung buat shopping.

Langsung saja step by stepnya adalah  :
1. Kita harus punya account Google / Gmail. Silahkan register ke :


Senin, 13 April 2015

Step by Step membangun PPTP VPN Server dengan Mikrotik





Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

VPN adalah Virtual Private Network dimana VPN ini merupakan interkoneksi antar jaringan ( PC Client to LAN maupun LAN to LAN ) yang mana interkoneksi ini melalui jaringan Public ( Internet ) sehingga dengan VPN ini terjadi koneksi terselubung alias lorong atau Tunneling Connection sehingga data yang di akses ( data yang di kirim dan di terima ) benar-benar aman.

Sebelum kita lanjutkan, lihat dan pahami Topologi VPN dibawah ini :

VPN-Topology-and-Client-Access-With-Mikrotik-VPN-Server

Step by Step Installasi Router Mikrotik dengan ADSL Telkom Speedy


Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Mikrotik, sesuai dengan visinya yaitu ROUTING THE WORLD, saat ini benar-benar telah diakui sebagai Router yang sangat handal dan sangat lengkap fiturnya serta sangat mudah konfigurasinya. Namun tidak sedikit dari penguna Mikrotik ini menanggalkan Mikrotik dan kembali ke jaringan NATURAL, bukan karena Mikrotiknya yang tidak handal atau Mikrotiknya yang "Bego". Melainkan SDM mereka sendiri yang masih kurang dalam memahami dan mendalami fungsi serta teknis konfigurasi Mikrotik itu sendiri. 

So... belajarlah agar anda lebih expert menguasai Mikrotik ini. Termasuk rekan-rekan yang ingin profesional di bidang IT Networking System, kerja di ISP maupun di Telco. Siapkan Skill anda dengan keahlian Mikrotik Administrator yang handal, bukan sekedar bisa tapi harus benar-benar Expert...

Karena itulah, berbekal pengalaman dalam mengunakan Mikrotik sejak tahun 2005 hingga 2010 inilah saya membuat Buku Materi Training Mikrotik Bandwith Manajemen dan Mikrotik VPN Server - Client, dalam kurun waktu 5 bulan ( November 2009 - Februari  2011 ) telah membuat > 30 kelas Training dengan jumlah peserta > 500 orang ( baik kelas Reguler / umum maupun kelas Private / Inhouse Training ). [ REV : Per-30 Desember 2012 sudah tercatat 90 kelas Training Mikrotik yang diselenggarakan oleh XP Solution Surabaya ]. 

Training ini bukan untuk Profit Oriented tapi bersifat sharing ilmu dan pengalaman bagi rekan-rekan sesama IT, Mahasiswa dan Komunitas. Welcome untuk request inhouse training...

Minggu, 12 April 2015

Step By Step Konfigurasi Mikrotik HotSpot dengan User Manager dan Radius Server (bagian 2)

Logo-Wifi-XP-Solution-Mikrotik-HotSpot

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Berikut ini adalah Step by Step konfigurasi Mikrotik HotSpot dengan User Manager dan Radius Server yang merupakan kelanjutan atau pengembangan dari artikel yang telah saya buat sebelumnya :

Step By Step Konfigurasi Mikrotik HotSpot dengan User Manager (bagian 1)

Keuntungan kita dengan mengunakan User Manager dan Radius Server ini adalah untuk lebih memudahkan kita dalam melakukan Manajemen User HotSpot, baik dalam pembuatan account secara massal ataupun pembuatan Kartu Member HotSpot, pembuatan Profile user, pengaturan bandwith user profile, monitoring user session atau user yang sedang aktif, memantau Log User, pelaporan / accounting / payment, dan lain-lain.

Okey, langsung saja kita mulai :
1. Perhatikan pada Mikrotik Winbox dibawah ini, yang mana kita mengunakan layanan Speedy dan kita gunakan satu Interface LAN untuk broadcast wifi atau jaringan Internet HotSpot.

Mikrotik-v.6.6-HotSpot-with-User-Manager-IP-Public-001

2. Pastikan Package UserManager sudah kita install pada Mikotik kita.

Mikrotik-v.6.6-HotSpot-with-User-Manager-IP-Public-002


Step By Step Konfigurasi Mikrotik HotSpot dengan User Manager (bagian 1)

xps-mikrotik-hotspot

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Berikut ini kita akan melakukan konfigurasi Mikrotik HotSpot dengan mengunakan User Manager dan Radius. Keuntungan mengunakan User Manager adalah kemudahan dalam membuat user Hotspot dalam jumlah banyak dengan waktu yang cepat serta dapat dioptimalkan lagi dengan System Ticket. Konsep konfigurasi yang akan kita lakukan adalah seperti gambar Layout dibawah ini : 

layout_desain_mikrotik_hotspot_warnet_cafe

Kali ini kita akan melakukan konfigurasi dengan data sebagai berikut :
IP Modem ADSL / IP Gateway : 192.168.1.1IP Mikrotik Interface WAN : 192.168.1.23
IP Mikrotik Interface LAN : 192.168.88.1

1. Selanjutnya kita konfigurasi pada Mikrotik dengan hasil seperti gambar dibawah ini :

Mikrotik-v.6.6-HotSpot-001



2. Selanjutnya masuk ke menu : IP Hotspot.

  Mikrotik-v.6.6-HotSpot-002 

3. Lalu kita klik menu HotSpot Setup.

  Mikrotik-v.6.6-HotSpot-003 

4. Pilih HotSpot Interface : LAN. Lalu klik Next.

  Mikrotik-v.6.6-HotSpot-004 

5. Selanjutnya pada Local Address of Network kita pilih 192.168.88.1/24 dan checkmark Masquerade Network lalu kita klik Next.

  Mikrotik-v.6.6-HotSpot-005 

6. Selanjutnya pada Address Pool of Network isikan IP Address Range yang akan kita gunakan untuk Pool IP Addres bagi HotSpot Client. Misalnya range IP address : 192.168.88.100 - 192.168.88.254. Lalu kita klik Next.

  Mikrotik-v.6.6-HotSpot-006 

7. Selanjutnya pada select certitificate, klik next

Mikrotik-v.6.6-HotSpot-007 

8. Selanjutnya pada IP Address SMTP Server, klik next

Mikrotik-v.6.6-HotSpot-008 

9. Selanjutnya pada DNS Server, masukkan IP DNS-nya Google atau Provider yang kita gunakan. Lalu klik next

Mikrotik-v.6.6-HotSpot-009 

10. Selanjutnya pada DNS Name, klik next

Mikrotik-v.6.6-HotSpot-010 

11. Selanjutnya akan muncul tampilan Setup has completed successfully. Klik OK

Mikrotik-v.6.6-HotSpot-011 

12. Selanjutnya kita perlu rapikan sedikit lagi. Pada menu HotSpot option Servers, double klik lalu rapikan nama hotspot server dan Addres per Mac serta penentuan idle time out-nya. 

Mikrotik-v.6.6-HotSpot-012 

13. Selanjutnya pada menu Server Profile, rapikan nama Profile serta alokasi bandwith jika perlu.

 Mikrotik-v.6.6-HotSpot-014 

14. Selanjutnya pada Option User Profile, buatlah profile user. Misalnya User-128-Kbps, User-256-Kbps, User-512-Kbps, dll sesuai kebutuhan kita. Tentukan jumlah share user = 1 serta Rate Limit sesuai nama profile yang telah kita tentukan. Tentukan juga Mac Cookies time out sesuai kebutuhan. 

Mikrotik-v.6.6-HotSpot-015 

15. Rapikan dengan profile sesuai kebutuhan kita. Bisa mengacu pada bandwith limit ataupun quota base.

 Mikrotik-v.6.6-HotSpot-016 

16. Selanjutnya kita buat User sesuai profile yang telah kita siapkan. 

Mikrotik-v.6.6-HotSpot-017 

17. Selanjutnya kita coba koneksi internet dari client. IP Address buat Automatic. Selanjutnya saat kita browsing websites maka akan otomatis muncul Login Page HotSpot seperti gambar dibawah ini. Berarti setting Hotspot kita sudah berfungsi dengan baik. Selanjutnya kita lakukan Login dengan user hotspot yang telah kita buat dan lihat hasilnya.

 Mikrotik-v.6.6-HotSpot-018 

18. Okey, selanjutnya tampil seperti gambar di bawah ini dan bisa mengakses internet dengan baik. 

Mikrotik-v.6.6-HotSpot-019 

19. Jika kita pantau pada Mikrotik HotSpot via Winbox akan muncul active user dari PC Client yang sudah konek internet via HotSpot tadi. Okey, mudah sekali bukan? Pada artikel selanjutnya kita akan mengunakan User Manager untuk pembuatan User Authentikasi agar lebih mudah... Selamat mencoba... 

Mikrotik-v.6.6-HotSpot-020 


Artikel selanjutnya :

Step By Step Konfigurasi Mikrotik HotSpot dengan User Manager dan Radius Server (bagian 2)

Step By Step mengatasi Device Locked Modem Bolt 4G Huawei e5372 akibat upgrade firmware 21.270.11.04.1151

Bolt!-Device-Locked-08-4-2015-007


Penulis artikel : Nathan Gusti Ryan

Setahun lalu ( awal 2014 ), saya membeli Modem Bolt 4G Huawei e5372s ( 3G - 4G LTE Wifi Router ). Walaupun belum ada jaringan 4G LTE di Surabaya, saya masih bisa mengunakan Modem Bolt 4G ini untuk koneksi 3G dengan berbagai provider dan karena itulah saya memilih untuk membeli modem yang unlocked untuk semua provider GSM dari Vendor di Hitech Mall Surabaya. Selanjutnya sekitar bulan Maret 2015 Telkomsel sudah melayani jaringan 4G LTE di Surabaya.

Modem-Wifi-Router-Bolt-4G-Huawei-e5372s

Panduan Disaster Recovery Plan ( DRP )

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan
Berikut ini Tutorial dalam membangun atau menyiapkan Disaster Recovery Planning. Tutorial ini merupakan implementasi penulis dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai IT System Administrator yang berkewajiban menjaga Stabilitas Server System sehingga kita bisa mendapatkan ZERO DOWNTIME Server System



Disaster Recovery Plan adalah tahapan-tahapan proteksi Server System kita yang harus dipersiapkan agar jika terjadi musibah maka proses Recovery dapat dilakukan dengan cepat. DRP sangat hubungannya dengan ZERO DOWNTIME Server System dimana tujuan utama dari suatu Server System atau DATA CENTER memberikan layanan tanpa henti kepada Client maupun kepada Customer. 

Jika suatu Server System atau DATA CENTER tidak didesain dengan sempurna maka server akan mengalami DOWN atau bahkan mengalami kerusakan dan membutuhkan waktu sekian menit bahkan berjam-jam. Dan dapat kita bayangkan, misalkan puluhan hingga ratusan nasabah bank akan meng-antri di depan mesin ATM atau bahkan nasabah menjadi tidak percaya pada bank dan menarik uang deposit / tabungan-nya.